THE BLOCK: Senat menolak melanjutkan pembahasan Clarity Act dengan suara 49-50, nasib RUU kripto kunci jadi tak pasti

Ringkasan Pasar AI
Pemungutan suara 49–50 di Senat AS yang menolak melanjutkan Clarity Act meningkatkan ketidakpastian regulasi bagi sektor kripto. Partai Demokrat menyoroti kekhawatiran terkait etika dan penegakan hukum, sementara Partai Republik berargumen bahwa penolakan tersebut tidak serius; komentar menunjukkan bahwa langkah selanjutnya bagi RUU ini tidak jelas meskipun ada klaim bahwa RUU tersebut tidak definitif mati. Risiko kebijakan yang meningkat dapat membebani selera risiko dalam jangka pendek dan keterlibatan institusional di seluruh aset kripto utama.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
BTC/USDT-2.51%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
THE BLOCK: Senat AS gagal meloloskan pemungutan suara prosedural untuk melanjutkan pembahasan Clarity Act, setelah hasil voting 49-50 menolak langkah tersebut. Kekalahan ini membuat arah RUU kripto yang selama ini dipandang sebagai salah satu legislasi paling penting di sektor aset digital menjadi tidak jelas. Fraksi Demokrat menyebut kekhawatiran terkait etika dan aspek penegakan hukum sebagai alasan penolakan. Senator Republik Cynthia Lummis menilai penolakan itu menunjukkan pihak lawan tidak serius. Senator Thom Tillis mengatakan RUU tersebut belum mati, meski seorang ajudan Senat dari Partai Republik mengatakan kepada The Block bahwa mereka menilai kemungkinan RUU itu benar-benar bisa kandas. Penasihat kripto Gedung Putih, Patrick Witt, menyebut hasil pemungutan suara tersebut sebagai "kekecewaan besar".