Trump Umumkan Pemblokiran Kembali Kapal Iran di Selat Hormuz, Usulkan Biaya Lintas 20%
Ringkasan Pasar AI
Pengumuman Trump untuk memberlakukan kembali blokade terhadap pelayaran yang terkait Iran melalui Selat Hormuz dan mengenakan biaya transit sebesar 20% dari nilai kargo meningkatkan risiko geopolitik dan rantai pasok di titik sempit (chokepoint) minyak yang krusial. Minyak mentah Brent melonjak ~10% menyusul berita tersebut, mencerminkan penyesuaian harga segera atas risiko gangguan serta biaya asuransi. Kurangnya rincian implementasi dan adanya penolakan dari IMO menambah ketidakpastian kebijakan, yang kemungkinan mempertahankan volatilitas jangka pendek di sektor energi dan aset berisiko yang lebih luas.
Level dampak
● Tinggi
Aset terdampak
NCCO1OILBRENT2USD/USDT+5.54%
Wawasan AI · NCCO1OILBRENT2USD/USDTWawasan AI
▼ Bearish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Odaily Planet Daily melaporkan, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pemulihan blokade terhadap kapal yang bepergian dari dan menuju pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz. Kapal berbendera Iran dilarang masuk maupun keluar dari Selat Hormuz. Kapal negara lain tetap dapat melintas, tetapi seluruh kargo yang diangkut akan dikenai pungutan 20% berdasarkan nilai barang.
Komando Pusat AS (U.S. Central Command) menyatakan kebijakan tersebut berlaku mulai 14 Juli pukul 16.00 EDT. Memanasnya situasi AS-Iran mendorong kenaikan harga minyak global; Brent sempat melonjak sekitar 10% ke kisaran US$83,63 per barel. Hingga kini, pemerintah AS belum merinci mekanisme penerapan pungutan 20% tersebut. Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyatakan menolak pemberlakuan biaya lintas untuk selat internasional. (Bloomberg)