Pelaku Serangan Liquid Kembalikan 3.400 BTC, Sekitar 600 BTC Masih Hilang

Ringkasan Pasar AI
Eksploit bridge Liquid Network membuat ~3.400 BTC dikembalikan setelah Blockstream mengklaim node telah ditambal, tetapi ~598,5 BTC masih belum terselesaikan dan operasi peg masih dinonaktifkan. Pemulihan sebagian ini mengurangi tekanan sistemik langsung dibandingkan kerugian total, namun ketidakpastian yang berlanjut seputar sisa dana, waktu dimulainya kembali operasional, dan penghentian di bursa untuk setoran/penarikan LBTC menjaga kekhawatiran risiko rekanan dan risiko bridge tetap tinggi di seluruh infrastruktur kripto.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-0.92%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
ChainCatcher melaporkan, pelaku yang mengaku sebagai "whitehat hacker" pada Senin mengembalikan sekitar 3.400 BTC (sekitar US$269,2 juta) ke dompet federasi Liquid Network, setelah sebelumnya menguras kurang lebih 4.000 BTC. Langkah ini memulihkan sekitar 85% dana. Insiden bermula pada Minggu saat seorang pelanggan mengirim 4.000 LBTC ke layanan pegout milik SideSwap. Melalui pesan pada transaksi Bitcoin, pelaku menyebut dirinya "whitehat hacker" dan meminta kerentanan ditambal terlebih dahulu. Blockstream kemudian mengirim pesan bertanda tangan yang menyatakan, "Node bridge sudah ditambal; dana dapat dikembalikan dengan aman," lalu pelaku mentransfer kembali dana tersebut. Meski begitu, sekitar 598,5 BTC (sekitar US$47 juta) masih berada di alamat terkait. CTO Ledger, Charles Guillemet, meragukan klaim "whitehat" dan menilai bahwa jika ini merupakan imbalan yang dinegosiasikan lewat smart contract onchain, situasinya lebih menyerupai pemerasan. Liquid telah menonaktifkan node bridge dan meminta bursa menangguhkan setoran serta penarikan LBTC. Hingga kini, belum ada rencana penanganan sisa dana maupun jadwal pemulihan operasional normal yang diumumkan.