Galaxy Digital Siap Himpun US$3,5 Miliar lewat Obligasi High-Yield untuk Perluas Kampus Pusat Data AI Helios
Ringkasan Pasar AI
Rencana Galaxy Digital untuk menjual obligasi berimbal hasil tinggi senilai $3,5 miliar guna mendanai ekspansi pusat data AI Helios menandakan pergeseran dari pendanaan konvertibel menuju pasar obligasi sampah, selaras dengan kuatnya permintaan modal untuk pusat data AI. Transaksi ini meningkatkan kapasitas perusahaan untuk menskalakan infrastruktur seiring dengan operasi kripto dan memperkuat keterkaitan yang semakin erat antara perusahaan kripto dan pembangunan komputasi AI. Dalam jangka pendek, hal ini dapat memengaruhi kondisi pendanaan sektor serta selera risiko terhadap permainan infrastruktur yang terkait kripto.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT-1.15%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
● Netral
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Galaxy Digital berencana masuk ke pasar obligasi high-yield AS untuk mendanai ekspansi besar kampus pusat data AI Helios di West Texas. Perusahaan menyiapkan penerbitan obligasi berisiko tinggi (junk bond) senilai US$3,5 miliar, dengan dana yang akan dipakai untuk pembiayaan konstruksi serta cadangan pembayaran utang (debt-service reserves) terkait proyek tersebut.
Langkah ini menjadi debut Galaxy di pasar high-yield setelah selama ini lebih banyak mengandalkan convertible notes. Perubahan sumber pendanaan ini mencerminkan pergeseran strategi ketika Galaxy memperbesar bisnis AI dan infrastruktur, sambil tetap menjalankan operasi kripto. Galaxy juga ikut masuk dalam gelombang pengembang yang memanfaatkan junk bond untuk membiayai pusat data berfokus AI. Data Bloomberg menunjukkan sekitar US$28 miliar dana dari penerbitan junk bond di AS telah dihimpun tahun ini untuk proyek sejenis.
Menurut sumber yang dikutip Bloomberg, transaksi ini ditargetkan mulai dipasarkan dengan penetapan harga pada 23 Juli. Morgan Stanley dan Goldman Sachs bertindak sebagai penjamin emisi utama. Surat utang yang diterbitkan berupa notes tenor lima tahun melalui anak usaha Galaxy. Dalam struktur yang diusulkan, penerbit akan mulai membayar kembali 4% dari pokok awal setiap tahun, dimulai 10 bulan setelah konstruksi selesai.
Hasil penerbitan akan digunakan untuk membiayai sebagian pengembangan Helios Data Center Campus di Dickens County, sekitar 60 mil di timur Lubbock, serta untuk menyiapkan cadangan pembayaran utang proyek. Galaxy telah mengantongi persetujuan regulator untuk kapasitas listrik hingga 1,6 gigawatt di Helios guna mendukung beban kerja AI dan komputasi berkinerja tinggi. Fase pertama kampus sudah rampung, sementara konstruksi fase berikutnya dijadwalkan mulai pada 2027.
Dari sisi komersial, awal bulan ini Galaxy mengumumkan CoreWeave menandatangani sewa kapasitas (capacity leases) selama 15 tahun di Helios. Galaxy memperkirakan kontrak tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$1 miliar ketika kampus sepenuhnya beroperasi. Penerbitan ini muncul setelah transaksi pendanaan infrastruktur AI serupa bulan lalu, saat anak usaha Applied Digital menghimpun sekitar US$1,59 miliar di pasar junk bond AS untuk memperluas kapasitas CoreWeave di North Dakota.
Galaxy juga memperdalam keterlibatan regional di West Texas. Perusahaan menandatangani kesepakatan 15 tahun dengan Texas Tech University untuk mengganti nama venue sepak bola kampus menjadi "Galaxy Stadium" mulai musim 2026. Kemitraan ini menetapkan Galaxy sebagai mitra resmi aset digital dan pusat data untuk Texas Tech Athletics, serta mencakup rencana kolaborasi proyek AI, pelatihan tenaga kerja, dan peluang NIL (nilai finansial tidak diungkap).
Di lini korporasi lain, Galaxy memperluas jejaknya di kripto dan infrastruktur tahun ini. Perusahaan meluncurkan Bitcoin Quantum Readiness Initiative senilai US$5 juta untuk mendanai riset kriptografi pasca-kuantum dan perangkat terkait, mengutip penelitian yang memperkirakan sekitar 6,9 juta BTC dapat terekspos jika komputer kuantum di masa depan mampu menembus perlindungan kriptografi saat ini. Galaxy juga memperluas layanan teregulasi melalui GalaxyOne Prime NY, dengan memperoleh BitLicense dan Money Transmission License dari New York Department of Financial Services pada Mei. Sebelumnya, perusahaan juga mengumumkan rencana pembentukan hedge fund berfokus kripto senilai US$100 juta.
Rencana penerbitan junk bond US$3,5 miliar ini menjadi tonggak penting bagi Galaxy saat beralih dari pembiayaan melalui utang konversi ke penerbitan high-yield untuk memperbesar Helios dan menangkap lonjakan permintaan komputasi AI. Jika penetapan harga berjalan sesuai rencana, transaksi ini akan menambah kapasitas pendanaan untuk salah satu taruhan infrastruktur jangka panjang terbesar perusahaan, sekaligus menegaskan pasar high-yield AS kian menjadi sumber modal utama bagi pengembangan pusat data AI.