EDX Markets Raih Pendanaan Seri C US$76 Juta Dipimpin SBI Holdings

Ringkasan Pasar AI
EDX Markets menutup pendanaan Seri C sebesar $76M yang dipimpin oleh SBI Holdings, memperkuat komitmen institusional terhadap infrastruktur pasar kripto teregulasi. Dana hasil pendanaan ditujukan untuk teknologi perdagangan, ekspansi produk, dan pertumbuhan internasional, menyusul pendanaan Seri B sebesar $65M pada awal 2024. Volume nosional kumulatif yang dilaporkan EDX sebesar $36B dan rekor volume harian menyoroti percepatan aktivitas institusional, sementara pengajuan EDX untuk bank perwalian nasional OCC menandakan dorongan menuju kustodi, kliring, dan penyelesaian teregulasi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
BTC/USDT+0.21%
Wawasan AI · BTC/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
EDX Markets, bursa aset digital institusional yang dibangun oleh pelaku Wall Street, menuntaskan pendanaan Seri C senilai US$76 juta yang dipimpin raksasa keuangan Jepang, SBI Holdings. Dana segar ini akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur perdagangan, mengembangkan produk baru, dan mendorong ekspansi internasional. Meski baru mulai membuka layanan perdagangan pada pertengahan 2023, pertumbuhan EDX terbilang cepat. Per akhir 2024, EDX melaporkan akumulasi volume nosional lebih dari US$36 miliar, dengan volume harian sempat menembus rekor di atas US$685 juta. Putaran Seri C ini menyusul pendanaan Seri B US$65 juta yang rampung pada Januari 2024 dan dipimpin bersama Pantera Capital serta Sequoia Capital. Total pendanaan tahap lanjutan yang dihimpun EDX dalam rentang sekitar satu tahun kini mencapai US$141 juta. Keterlibatan SBI Holdings menjadi sorotan. Konglomerat keuangan berbasis Tokyo tersebut dikenal agresif memperluas jejak di aset digital di Asia, dengan portofolio investasi yang mencakup bursa, layanan kustodian, hingga teknologi blockchain. Dari sisi teknologi, EDX menjalankan infrastruktur yang berasal dari MEMX, "members exchange" yang didukung sejumlah nama besar di Wall Street. EDX didirikan pada 2022 oleh konsorsium yang mencakup Citadel Securities, Fidelity Digital Assets, Virtu Financial, dan Charles Schwab. Pada saat peluncuran awal, EDX membatasi daftar aset pada Bitcoin, Ethereum, Litecoin, dan Bitcoin Cash. Pada November 2024, platform ini memperluas penawaran dengan menambahkan Dogecoin dan Shiba Inu. EDX juga menambahkan lembaga kliring terpusat pada awal 2024, yang memungkinkan penyediaan layanan perdagangan dan kliring secara terpadu. Selain itu, EDX telah terintegrasi dengan FlexTrade dan Ripple Prime untuk memperluas akses ke likuiditas spot dan perpetual futures. FlexTrade dikenal menyediakan execution management system yang digunakan sehari-hari oleh hedge fund dan manajer aset. Dari sisi regulasi, pada April 2026 EDX mengajukan permohonan ke Office of the Comptroller of the Currency untuk mendirikan EDX Trust, sebuah national trust bank. Jika disetujui, EDX Trust akan menyediakan layanan kustodian, kliring, dan penyelesaian transaksi yang teregulasi.