DBS dan Citibank Tuntaskan Pembayaran Lintas Batas Dolar AS di Akhir Pekan Pertama via Simpanan Ter-tokenisasi
Ringkasan Pasar AI
DBS dan Citi mengeksekusi pembayaran lintas batas dalam USD pada akhir pekan menggunakan DLT Swift dengan simpanan yang ditokenisasi, dengan penyelesaian dalam hitungan menit dibandingkan hingga dua hari kerja. Uji coba ini menandakan percepatan tokenisasi yang dipimpin bank serta rel penyelesaian 24/7 yang dapat mengurangi friksi likuiditas dan operasional dalam FX dan arus lintas batas. Dalam jangka dekat, ini mendukung latar belakang yang konstruktif bagi modernisasi jaringan pembayaran dan adopsi infrastruktur simpanan yang ditokenisasi.
Level dampak
● Sedang
Aset terdampak
NCFXUSD2JPY/USDT-1.10%
Wawasan AI · NCFXUSD2JPY/USDTWawasan AI
▲ Bullish
Trade sekarang
⚠️ Wawasan yang dihasilkan AI didasarkan pada konten berita dan disediakan untuk tujuan informasi saja. Wawasan ini bukan nasihat investasi dan tidak mencerminkan pandangan BingX. Investasi melibatkan risiko. Harap trade secara bertanggung jawab.
Huoxing Finance melaporkan, pada 5 September, DBS Bank Singapura dan cabang Citibank di New York menuntaskan pembayaran dolar AS lintas batas pertama yang diproses pada akhir pekan antara Singapura dan Amerika Serikat melalui Swift Digital Ledger, dengan penyelesaian menggunakan simpanan ter-tokenisasi (tokenized deposits). DBS menyebut transaksi tersebut rampung hanya dalam hitungan menit, sementara pembayaran lintas negara dalam dolar AS melalui mekanisme konvensional umumnya membutuhkan waktu hingga dua hari kerja.
Uji coba ini ditujukan untuk mengatasi keterbatasan jam operasional perbankan, akhir pekan, dan perbedaan zona waktu, sehingga transfer dana lintas batas dapat berlangsung 24/7. Swift menilai skema ini berpotensi digunakan untuk kebutuhan seperti e-commerce lintas negara dan layanan digital.
Citibank bergabung dalam pilot pembayaran lintas batas 24/7 berbasis simpanan ter-tokenisasi milik Swift pada Juli tahun ini, serta berencana ikut membangun jaringan simpanan ter-tokenisasi di AS. Sementara itu, DBS pada 2024 meluncurkan sistem perbankan berbasis blockchain, termasuk DBS Treasury Tokens untuk pengelolaan likuiditas.