8-20
Bursa saham AS melemah setelah imbal hasil obligasi naik dan Walmart mengecewakan penjualan kuartalan
Indeks-indeks utama Wall Street turun pada Kamis setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS naik, menekan sentimen pasar. Saham Walmart merosot tajam usai penjualan kuartalan di bawah perkiraan, memicu kekhawatiran pelemahan konsumsi. Di S&P 500, sektor consumer staples turun 1.6%, sementara Amazon dan Tesla melemah dan kenaikan Nvidia serta Apple membantu menahan tekanan. Investor juga mencermati arah suku bunga The Fed serta risiko inflasi dari kenaikan harga minyak.
8-20
8-20
FTSE 100 turun 0,2% ke 10.723,02 poin setelah proyeksi JD Sports dan imbal hasil obligasi naik
Indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,2% pada perdagangan Kamis ke level 10723.02 poin, sementara indeks saham berkapitalisasi menengah FTSE 250 turun 0,3%. Sentimen sektor ritel tertekan setelah JD Sports menyampaikan proyeksi kinerja yang pesimistis. Pada saat yang sama, rebound imbal hasil obligasi pemerintah menambah tekanan pasar karena biasanya mengindikasikan biaya pinjaman yang lebih tinggi.
8-20
8-19
Dolar Melemah saat Tekanan Jual Treasury Mereda dan Ketegangan Timur Tengah Kembali Meningkat
Dolar AS melemah terhadap mata uang utama pada Rabu seiring meredanya aksi jual obligasi pemerintah AS. Investor menanti risalah rapat kebijakan terbaru Federal Reserve untuk mencari sinyal arah kebijakan, di tengah kembalinya ketegangan di Timur Tengah. Euro naik 0.31% menjadi 1.1611 terhadap dolar, sementara yen menguat 0.35%. Kebuntuan di Timur Tengah mengangkat harga minyak ke level tertinggi tiga pekan, sehingga risiko inflasi tetap bertahan.
8-19
8-18
Saham teknologi goyah saat inflasi menguat dan harga minyak naik
Pada Selasa, kontrak berjangka saham AS tertekan dengan futures S&P 500 dan Nasdaq melemah setelah pembicaraan AS-Iran gagal dan meningkatkan ketegangan geopolitik. Brent naik ke level tertinggi tiga pekan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2007 dan menambah tekanan pada saham teknologi. Tesla dan Nvidia memimpin penurunan, sedangkan lonjakan VIX mencerminkan meningkatnya kecemasan pasar.
8-18
8-18
Saham AS ditutup melemah saat ketidakpastian ekonomi membayangi pasar
Saham AS turun pada Senin setelah penurunan tak terduga pada penjualan ritel melemahkan ekspektasi ketahanan ekonomi dan meredam perkiraan penyesuaian suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak ke level tertinggi sejak 2007 di tengah kekhawatiran fiskal serta meningkatnya pembiayaan utang korporasi yang terkait AI. Investor menanti laporan kinerja ritel besar seperti Home Depot dan Walmart, sementara harga minyak naik lebih dari $2 seiring kekhawatiran geopolitik, termasuk situasi Iran. Ringkasan ini juga mengacu pada masukan dari sejumlah kantor berita.
8-18
8-17
Dolar melemah saat pasar menilai ulang prospek kenaikan suku bunga setelah data ekonomi AS mengecewakan
Dolar melemah pada Senin setelah investor menilai ulang peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat menyusul data ekonomi AS yang mengecewakan, termasuk penurunan penjualan ritel untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan. Euro menguat ke level tertinggi dua bulan terhadap dolar, sementara yen juga pulih dari level terendah baru-baru ini setelah upaya intervensi bersejarah. Pasar kini menanti simposium Jackson Hole pekan depan untuk mencari petunjuk arah kebijakan dari bank sentral.
8-17
8-17
Saham teknologi menguat setelah proyeksi pendapatan AI Anthropic $190 miliar–$200 miliar pada 2028
Kontrak berjangka Nasdaq dan S&P 500 menguat pada Senin setelah saham teknologi terdorong oleh proyeksi pendapatan yang optimistis dari perusahaan AI Anthropic. Anthropic menargetkan IPO dan memproyeksikan pendapatan $190 miliar hingga $200 miliar pada 2028, menurut Reuters yang mengutip sumber anonim. Kabar tersebut mengangkat saham-saham megacap, dengan Amazon naik 1.2% dan Alphabet 0.6% pada perdagangan prapembukaan. Investor menimbang prospek lebih sedikit kenaikan suku bunga The Fed AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sembari kembali menguatkan keyakinan pada investasi AI.
8-17